4 Jenis Variabel dalam C++, Lengkap Contoh dan Penjelasan

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Jenis-Jenis Variabel dalam C++, yang akan kami jelaskan lengkap dengan contoh program dan penjelasannya.

Sebelum membahas jenis jenis variabel dalam C++, mari kita pahami terlebih dahulu Apa itu Variabel ? Variabel Adalah sebuah tempat untuk menampung data dimemori dimana tempat tersebut dapat menampung nilai (data) yang dapat berubah-ubah selama proses program. atau variabel juga disebut sebagai sebuah identifier yang mempunyai nilai dinamis, arti kata dinamis disini bermaksud bahwa nilai variabel tersebut dapat kita ubah sesuai kebutuhan dalam program.

Dari pengertian variabel diatas dapat disimpulkan bahwa Fungsi Variabel Adalah sebagai tempat yang akan digunakan untuk menampung data dimemori dimana tempat tersebut dapat menampung nilai (data) yang dapat berubah-ubah selama proses program.

Terdapat beberapa jenis variabel yang digunakan dalam pemrograman C++, yaitu : Variabel Auto, Variabel Statis, Variabel Register, dan Variabel Eksternal. Klasifikasi ini sebenarnya hanya didasarkan pada ruang penyimpanannya saja.

1. Variabel Auto

Variabel auto sebenarnya merupakan variabel normal yang dideklarasikan di dalam lingkup (scope) atau blok program tertentu. variabel jenis ini sebenarnya merupakan nama lain dari variabel lokal. Dengan kata lain, variabel ini hanya akan dikenal dalam suatu blok program saja, misalnya blok pemilihan, pengulangan, maupun fungsi. Meskipun sama dengan variabel lokal, tapi kita bisa saja secara eksplisit menambahkan kata kunci auto di depan pendeklarasiannya. Jenis variabel ini akan dialokasikan di memori pada saat program mengeksekusi badan blok dan didealokasikan secara otomatis ketika eksekusi blok berakhir.

Perhatikan contoh kode dibawah ini:
{
     int A;
     auto int B;
     .....
}
Pada potongan kode diatas, variabel A dan B sama-sama merupakan variabel lokal / variabel auto yang hanya dikenal di dalam blok program bersangkutan.

2. Variabel Statis

Variabel statis adalah variabel yang menempati ruang memori kumputer secara permanen, artinya nilai terakhir dari variabel ini akan terus disimpan. Dalam C++, untuk menyatakan variabel statis adalah dengan menggunakan kata kunci static.

Bentuk umum pendeklarasian variabel statis adalah sebagai berikut:
static  tipe_data  nama_variabel;
Contoh:
static int ABC;
static char DEF;

Pada implementasinya, variabel statis dapat diperankan sebagai variabel global (disebut variabel statis global) maupun variabel lokal (disebut variabel statis lokal)

Variabel Statis Lokal
Variabel statis lokal ini diterapkan di dalam suatu fungsi / prosedur, sehingga nama variabelnya hanya akan dikenali di dalam fungsi tempat pendeklarasiannya. Namun perlu diperhatikan bahwa nilai terakhir yang dihasilkan akan terus disimpan. Dengan demikian setiap pemanggilan fungsi yang sama pasti akan memberikan hasil yang berbeda.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai variabel statis lokal, perhatikan terlebih dahulu dua contoh kode program dibawah ini.
#include <iostream>

using namespace std;

// Membuat fungsi dengan nama contoh
int contoh(){
     // Mendefinisikan variabel biasa
     // Dengan nama "MD"
     int MD = 0;

     MD = MD + 10;

     return MD;
}

int main ()
{
     // Mendefinisikan variabel x, y dan z
     int x, y, z;

     // Memanggil fungsi contoh() untuk yang pertama
     x = contoh();

     // Memanggil fungsi contoh() untuk yang kedua
     y = contoh();

     // Memanggil fungsi contoh() untuk yang ketiga
     z = contoh();

     // Menampilkan nilai
     // Yang telah diproses di dalam fungsi
     cout<<"Nilai pada pemanggilan pertama : "<<x<<endl;
     cout<<"Nilai pada pemanggilan kedua   : "<<y<<endl;
     cout<<"Nilai pada pemanggilan ketiga  : "<<z<<endl;

     return 0;
}

Pada kode diatas, variabel MD merupakan variabel normal (Non-Statis). Oleh karena itu setiap pemanggilan fungsi contoh() akan memberikan nilai yang sama. Berikut ini hasil yang akan diberikan oleh program diatas.
Contoh Non-Variabel Statis
Contoh Non-Variabel Statis

Sekarang, coba sobat perhatikan apabila variabel MD diubah menjadi variabel statis, seperti yang ditunjukkan pada contoh program dibawah ini:
#include <iostream>

using namespace std;

// Membuat fungsi dengan nama contoh
int contoh(){
     // Mendefinisikan variabel statis lokal
     // Dengan nama "MD"
     static int MD = 0;

     MD = MD + 10;

     return MD;
}

int main ()
{
     // Mendefinisikan variabel x, y dan z
     int x, y, z;

     // Memanggil fungsi contoh() untuk yang pertama
     x = contoh();

     // Memanggil fungsi contoh() untuk yang kedua
     y = contoh();

     // Memanggil fungsi contoh() untuk yang ketiga
     z = contoh();

     // Menampilkan nilai
     // Yang telah diproses di dalam fungsi
     cout<<"Nilai pada pemanggilan pertama : "<<x<<endl;
     cout<<"Nilai pada pemanggilan kedua   : "<<y<<endl;
     cout<<"Nilai pada pemanggilan ketiga  : "<<z<<endl;

     return 0;
}

Kali ini, hasil yang akan diberikan adalah sebagai berikut:
Contoh Variabel Statis
Contoh Variabel Statis

Apabila kita amati hasil program diatas, nilai dari setiap pemanggilan fungsi akan meberikan hasil yang berbeda. Konsepnya sederhana, yaitu pada pemanggilan fungsi yang pertama kali nilai variabel MD masih bernilai 0 (sesuai dengan inisialisasi). Fungsi akan menambahkan nilai tersebut dengan nilai 10, maka nilai yang dikembalikan fungsi contoh() adalah 10. Sampai disini karena variabel MD adalah variabel statis maka pada saat pemanggilan fungsi yang kedua, variabel MD masih menyimpan nilai 10, bukan 0. Dengan demikian pemanggilan fungsi kedua tentu akan menambahkan nilai MD dengan nilai 10, sehingga nilai yang dikembalikan adalah 20, begitu seterusnya.
Variabel Statis Global
Dalam pembuatan program dengan bahasa C++, kita diizinkan untuk melakukan pembuatan fungsi-fungsi dalam file yang terpisah dari program utama. Untuk kasus-kasus tertentu dimana variabel statis lokal tidak dapat digunakan, kita dapat membuat file terpisah yang mempunyai variabel statis global.

Sebagai gambaran, perhatikanlah contoh penggunaannya dalam potongan kode program dibawah ini.
// Mendeklarasikan variabel statis global
// Dengan nama "A"
static int A;

void set_NilaiA (int A);
int get_NilaiA ();

void set_NilaiA (int aa){
     A = aa;
}

int get_NilaiA (){
     A = A + 10;
     return A;
}

3. Variabel Register

Tidak seperti variabel biasa yang berada di memori, variabel register ini akan disimpan di register CPU. Dengan demikian, untuk mengisikan atau mengubah nilai dari variabel register tentunya tidak memerlukan akses memori sehingga prosesnya juga akan lebih cepat. Dalam C++, variabel register hanya dapat diisi oleh tipe data char, int dan pointer saja serta hanya boleh dideklarasikan sebagai variabel lokal ataupun parameter dari sebuah fungsi. Untuk mendeklarasikan variabel register, kita harus menggunakan kata kunci register.

Bentuk umum dari pendeklarasian variabel register adalah sebagai berikut:
register  tipe_data  nama_variabel;

Berikut ini adalah contoh program yang akan menunjukkan cara mendeklarasikan dan mengubah variabel register.
#include <iostream>

using namespace std;

// Membuat fungsi untuk menghitung M pangkat e
int Hitung(register int M, register int e){
     register int temp;
     temp = 1;
     for (;e;e--){
          temp = temp * M;
     }
     return temp;
}

// Fungsi Utama
int main(){
     int MD;
     MD = Hitung(4,5); // 4 pangkat 5
     cout<<MD<<endl;

     return 0;
}

Hasil yang akan diberikan adalah sebagai berikut:
Contoh Variabel Register
Contoh Variabel Register

Penggunaan struktur pengulangan for diatas akan kita bahas lebih lanjut pada artikel Perulangan For dalam C++, Lengkap Contoh dan Penjelasan.

4. Variabel Eksternal

Variabel eksternal adalah variabel global yang ada atau sudah dideklarasikan di dalam file lain. variabel jenis ini biasa digunakan apabila program yang kita tulis berjumlah lebih dari satu file. Cara membuat variabel eksternal adalah dengan menyertakan kata kunci extern di depan deklarasi variabel bersangkutan.

Sebagai gambaran, perhatikan dua buah contoh file kode program berikut ini.

File pertama: Variabel Eksternal 1.cpp
#include <iostream>

using namespace std;

int a;

// Mendeklarasikan prosedur eksternal
extern void TulisNilai();

int main(){
     a = 99;
     TulisNilai();

     return 0;
}

File kedua: Variabel Eksternal 2.cpp
#include <iostream>

using namespace std;

// Mendeklarasikan variabel eksternal
extern int a;

void TulisNilai(void){
     cout<<"Nilai a : "<<a<<endl;
}

Pada contoh ini, dalam file kedua (Variabel Eksternal 2.cpp) kita mendeklarasikan variabel eksternal a. variabel tersebut sebenarnya bukan variabel baru, melainkan variabel a yang sudah dideklarasikan oleh file pertama (Variabel Eksternal 1.cpp). Selain variabel eksternal, dalam file pertama kita juga akan menggunakan fungsi TulisNilai() yang sebenarnya terdapat di dalam file kedua. Maka dari itu, kita perlu mendeklarasikan fungsi eksternal di dalam file pertama dengan menggunakan kata kunci extern.

Untuk melakukan kompilasi dan eksekusi kode program diatas dalam Dev-C++, ikuti langkah langkah dibawah ini:
Langkah 1 
Dalam Dev-C++, pilih menu File New Project

Langkah 2
Pada dialog yang muncul, pilih tab Basic Empty Project dan pastikan juga sobat memilih opsi C++ Project
Pembuatan Variabel Eksternal
Pembuatan Variabel Eksternal

Langkah 3
Pada Code Editor yang tersedia, tuliskan kode untuk file pertama (Variabel Eksternal 1.cpp) dan simpan sebagai Variabel Eksternal 1.cpp

Langkah 4
Selanjutnya pilih menu project New File, lalu tuliskan kode untuk file kedua dan simpan sebagai Variabel Eksternal 2.cpp.

Langkah 5
Pilih menu Execute Compile , untuk melanjutkan kompilasi project (semua file akan dikompilasi)

Langkah 6
Pilih menu Execute Run untuk menjalankan program. Hasil dari langkah ke 1 sampai ke 6 adalah sebagai berikut.
Contoh Variabel Eksternal
Contoh Variabel Eksternal


Sekian Artikel mengenai 4 Jenis Variabel dalam C++, Lengkap Contoh dan Penjelasan, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat baik untuk menambah ilmu, mengerjakan tugas, maupun untuk sekedar menambah wawasan tentang apa itu variabel, pengertian variabel, macam macam variabel dalam C++, Variabel Auto, Variabel Statis, Variabel Register, dan Variabel Eksternal. Seandainya sobat menemukan kesalahan baik dari segi penjelasan maupun penulisan, mohon kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan dan kebaikan bersama. Akhir kata, Terimakasih atas kunjungannya.

4 Jenis Variabel dalam C++, Lengkap Contoh dan Penjelasan
MateriDosen.Com

Suka dengan artikel kami ? Ayo dapatkan artikel terbaru dari kami langsung via email mu:

0 Response to "4 Jenis Variabel dalam C++, Lengkap Contoh dan Penjelasan"

Post a Comment